Program 1 Juta 1 Pekarangan di bidang peternakan yang didistribusikan belum lama ini telah dirasakannya manfaatnya oleh para penerima bantuan.
Menginjak hari ke 33 pemeliharaan ayam pedaging, Rabu (4/1/23), penerima manfaat di Desa Bumiharjo, Kecamatan Moilong, telah berhasil menjual ayam pedaging dengan berat 2 kilogram per ekor. Setiap ekor dihargai Rp. 50.000.
Dari informasi yang dihimpun Tim Liputan DKISP di lapangan, masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam pemasaran ayam pedaging, karena mitra dalam hal ini, para bakul ayam langsung menjemput dan membeli ayam pedaging di tempat.
Di saat yang sama, bantuan 1 Juta 1 pekarangan berupa ayam petelur juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Desa Pisou, Kecamatan Pagimana. Meskipun telur perdana masih dikonsumsi sebagai suplai nutrisi protein bagi keluarga, tetapi diprediksi, tidak akan lama lagi, ayam petelur tersebut akan segera memberikan dampak ekonomi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM ketika ditemui awak media ini, mengungkapkan bahwa tujuan program 1 juta 1 pekarangan sektor peternakan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga dalam rangka swasembada pangan dan meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga telah tercapai sesuai harapan.
"Ke depan kami berharap akan tumbuh usaha peternakan kerakyatan yang dapat menggelora di masyarakat," jelas orang nomor 1 di Banggai itu.
Bupati Banggai selanjutnya berpesan kepada seluruh stakeholder yang terlibat, termasuk masyarakat penerima bantuan, agar program 1 juta 1 pekarangan di sektor peternakan ini dikelola dengan baik, sehingga berdayaguna, berhasilguna dan berkesinambungan atau berkelanjutan.
Sebagai tambahan informasi, Program 1 Juta 1 Pekarangan Sektor Peternakan dalam bentuk komoditas ayam pedaging dan petelur, lengkap beserta pangan, kandang dan obat-obat itu, telah didistribusikan di seluruh kecamatan sejak tanggal 29 November 2022.
"InsyaAllah dalam waktu dekat, seluruh masyarakat, khususnya para penerima manfaat, segera merasakan efek positif dari program ini," tutup Bupati Banggai.
Berita Terkait
Burung Hantu di Kebun Sawit Batui Mati, Diduga Melahap Tikus yang Terkontaminasi
Heboh Suara Dentuman di BTN Pepabri Luwuk
Asyik Berduaan Dikamar Penginapan, Sepasang Bukan Suami Istri Diamankan Polisi
Brimob Sterilisasi Gereja Jelang Perayaan Natal di Kota Luwuk
PPK Nambo Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP
Misteri Hantu Mukenah di CCTV Jalan Lingkar Terungkap
Atasi Krisis Iklim, TuK INDONESIA Bersama Warga Banggai Tanam Mangrove
Dandim 1308/LB Lakukan Panen Raya Jagung Di Kebun Binaan Babinsa Koramil 04 Kintom
Polisi Sita Puluhan Liter Cap Tikus di Toili Barat
Kadis PMD Pesan Kades Harus Transparan Kelola Dana Desa